Hubungan Antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan Nomophobia Pada Pengguna Smartphone Aktif Dewasa Awal di Kota Jambi

Penulis

  • Rahmad Ikram Universitas jambi Penulis
  • Anggita Wahyu Hapsari Universitas Islam Sarolangun Penulis

Kata Kunci:

Emerging adulthood, Problematic smartphone use, Occupational status, Measurement invariance, Self-determination theory

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan nomophobia pada pengguna smartphone aktif dewasa awal di Kota Jambi. Populasi penelitian adalah pengguna smartphone aktif berusia 18–25 tahun yang berdomisili di Kota Jambi. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan korelasional dan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen FoMO Scale yang dikembangkan oleh Przybylski et al. (2013) serta Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) oleh Yildirim dan Correia (2015). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Product Moment atau Spearman Rank. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah diperolehnya gambaran mengenai ada atau tidaknya hubungan antara FoMO dan nomophobia pada pengguna smartphone aktif dewasa awal serta memberikan kontribusi terhadap pemahaman perilaku digital dan kesehatan mental.

Diterbitkan

2026-10-17

Cara Mengutip

Hubungan Antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan Nomophobia Pada Pengguna Smartphone Aktif Dewasa Awal di Kota Jambi. (2026). Jurnal Pemikiran Dan Riset Psikologi, 2(2), 12. https://journal.nalatama.org/index.php/jacobs/article/view/43